Make your own free website on Tripod.com

Satwa lainnya yang dapat ditemui baik secara perjumpaan langsung, maupun tidak langsung (melalui suara, jejak, sarang maupun cakaran), diantaranya: Kelempiau (Hylobates muelleri), Kelasi (Presbytis rubicunda), Enggang (Buceros rhinoceros), Pelatuk (Blythpicus rubiginasus), Burung beo, Beruang madu (Helarctos malayanus) dan berbagai serangga.

Terdapat beberapa tipe vegetasi sepanjang jalur Air Pauh-Lubuk Baji, diantaranya hutan bambu, pohon durian, hutan pegunungan dataran rendah yang didominasi Dipterocarpaceae dan daerah rawa. Berbagai tingkatan pertumbuhan mulai dari anakan, tiang, pancang dan pohon masih dengan mudah dijumpai dalam perjalanan menyusuri jalur ke air terjun Lubuk Baji.

Beberapa flora yang ditemui diantaranya adalah: jenis paku-pakuan, meranti, rengas, punak, belian, tanaman obat, buah-buahan apel hutan dan berbagai jenis anggrek juga vegetasi yang mengalami suksesi yang didominasi oleh semak dan tumbuhan pioner (Macaranga sp).

BIODIVERSITY Lubuk Baji

Taman Nasional Gunung Palung memiliki tipe habitat yang cocok untuk kehidupan Orangutan (Pongo pygmaeus pygmaeus), meliputi Hutan rawa, hutan dataran rendah, dan hutan pegunungan Dipterocarp. Orangutan beratnya sampai 90 kg dan mempunyai lengan yang panjang dan kokoh. Mereka hidup di atas pohon dengan sumber pakan dari pohon juga, yaitu buah, daun, kulit kayu dan serangga. Orangutan jantan mempunyai pipi yang besar dan selalu berteriak panjang untuk memberitahukan daerah kekuasaannya. Tinggi pejantan dapat mencapai 1,4 m dengan panjang lengan sampai 2,4 meter.
BACK