Make your own free website on Tripod.com

 

 

 

 

 

 

Bekantan (Nasalis larvatus) adalah satwa yang tergolong ke daIam ordo Primata, Famili Cercophithe Cidae, Subfamili Coleginae. Satwa ini hidup endemik di Tannan Nasional Gunung Palung dan hutan-hutan di kepulauan Kalmantan. Tidak heran, apabila satwa ini dan Orangutan (Pongo pygmaeus) menjadi satwa primadona Taman Nasional Gunung Palung, sehingga bekantan menjadi logo resmi dan narna buletin Balai Taman Nasional Gurtung Palung (Nasalis). Bekantan disebut sebagai Kera Belanda, karena memiliki hidung yang menonjol agak lebar menggantung kedepan seperti hidung orang belanda. Selain itu binatang ini disebut juga Bakara, Hakau, Rasung, Pika, Batangan atau dalam bahasa inggris biasa disebut Proboscis Monkey. Selain mempunyai hidung yang panjang, Bekantan juga mempunyai morfologi yang khas yaitu mempunyai selaput diantara jari kaki dan tangan serta sistem pencenaan yang sama dengan rusa, jerapah. sapi, domba. dan kambing yang disebut Rominansia, dan juga mempunyai sistem sosial yang unik dihabitatnya.

Habitat bekantan sangat terbatas pada tipe hutan rawa gambut, bakau serta sangat tergantung pada sungai, walaupun sebagian kecil ada yang hidup di hutan Dipterocarpaceae dan hutan karangas namun masih berada disekitar sungai. Tipe hutan yang disenangi bekantan adalah tipe Riverine Mangrove dengan sungai yang cukup besar. Kebutuhan hutan ditepi sungai bagi bekantan adalah untuk tempat bermalam dan untuk tempat berkomuikasi. Makanan yang dikonsumsi oleh bekantan terdiri dari buah?buahan, bunga, jenis paku-pakuan, cendawan, larva insecta, dan rayap. Sedangkan makanan yang paling disukai olehnya dan dijadikan sebagai makanan utamanya adalah Gauna Motleyana dan Eugenia Spp. Jenis ini banyak tersebar dipinggiran sungai hingga jauh kedarat. Bekantan memang pernilih dalam pencarian makanan yang di sukai terutama buah dan daun muda pedada (Sonneratia lanceolata) yang tumuh di hutan bakau sepanjang sungai dekat pantai. Selain itu mereka juga mengkonsunasi pucuk-pucuk dari pohon bakau tempat mereka beristirat dan bermain.

Perilaku Bekantan dapat terlihat dari tiga sifat dan sikap keseharian yang menjadi tolak ukur perilaku bekantan, diantaranya adalah perilaku makan, tidur. dan bersosialisasi. Bekantan makan diujung-ujung cabang, duduk pada awak cabang atau ranting. Salah satu tangannya dipergunakan untuk berpegang pada cabang atau ranting di bagian atas, sedangkan tangan lainnya meraih makanan. Kalau berada pada posisi yang sulit, kedua tangan akan berfungsi untuk berpegang sedangkan makanan dapat diarnbil langsung dengan mulut. Bekantan lebih menyukai pohon yang berada persis disamping sungai untuk tempat tidumya. Dalam satu pohon bisa dihuni oleh satu kelempok yang kira-kira berjumlah 4-12 ekor. Pernbentukan jumlah individu dalarn kelompok tempat tidur ini tergautung pada keadaan pohon, seperti bentuk percabangan, tinggi pohon, kerirnbunan pohoo, serta jarak antara pohon yang satu dengan lainnya. Sama halnya dengan jenis monyet lain, bekantan juga hidup berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari beberapa ekor jantan dan betina dewasa, serta beberapa ekor anak yang masih digendong oleh induknya. Besarnya kelompok tersebut sangat dipengaruhi oleh jumlah persediaan makanan.

BEKANTAN

(Nasalis larvatus)