Make your own free website on Tripod.com

[BACK] [FAUNA] [EKOSISTEM] [HOME]

 

FLORA

Pulau Kalimantan merupakan sebuah pusat keanekaragaman tumbuhan. Di pulau ini terdapat 10.000?15.000 spesies tanaman bunga. Sebagai perbandingan, jumlah tersebut setara dengan total jumlah flora di seantero Benua Afrika, yang memiliki luas 40 kali lebih besar. Sedikitnya 2.000 spesies anggrek dan 1.000 spesies paku?pakuan dapat dijumpai pula di pulau ini, termasuk diantaranya tanaman spektakuler pemakan serangga, Kantong Semar (Nepenthes). Jumlah tumbuhan endemiknya juga sangat tinggi, dengan hampir 34% dari seluruh tanaman hanya dapat dijumpai di pulau ini. lni berarti tanaman tersebut tidak dapat dijumpai di tempat lain di muka bumi, selain Kalimantan. Sebagai perbandingan, hanya 12% dari tanaman dan hewan yang merupakan endemik bagi pulau Sumatera. Dari habitat pegunungan hingga hutan mangrove di pantai, TNGP rnerupakan tempat yang luas bagi varietas yang sangat beragam. Walaupun data yang komperhensif dari jumlah flora yang ada masiln belum tersedia, diperkirakan lebih dari 3,500 spesies tanaman kayu tumbuh di sini. Jumlah ini belum termasuk tanaman non kayu, seperti paku?pakuan, lumut?lumutan dan tanaman efifit, yang juga sangat banyak dapat dijumpai di dalam taman nasional. Tumbuhan dan Suksesi Hutan Tumbuhan merupakan biomassa yang dominan bagi seluruh ekosistem di Gunung Palung. Lebih dari 450 spesies tumbuhan dijumpai di TNGP, termasuk diantaranya pohon-pohon berkanopi lebar seperti Shorea, Dipterocarpus, Koompasia yang ketinggiannya bisa mencapai lebih dari 60 m. Seluruh ekosistem hutan dalam kondisi yang dinamis, dengan kata lain terjadi perubahan secara konstan. Pepohonan akan berkembang, mati atau tumbang. Ketika satu pohon mati, akan terbentuk sebuah ruang kosong dalam kanopi hutan, tersedialah jalan untuk cahaya matahari dan membuka ruang bagi tumbuhnya pohon?pohon baru.

Dipterocarpaceae

Salah satu contoh dari spesies klimaks yang sangat penting yang dapat dijumpai di TNGP adalah pohon Dipterocarp, di mana secara ekologi dan komersial sangat bernilai. Karakteristik yang sangat rnengagurnkan dari Dipterocarp adalah jumlah bunganya yang besar berikut pembuahannya yang terjadi dalam interval yang tidak tetap. Setiap 2?10 tahun spesies Dipterocarp akan berbuah secara bersarnaan dengan satu pohonnya menghasilkan kurang lebih 4 juta bunga dan 120.000 buah. Durian adalah salah satu contoh dari buah Dipterocarp. Oleh karena itu, banyak spesies dari keluarga Dipterocarp tumbuh bersamaan dan membentuk kerapatan spesies yang unik, dan tidak dapat dijumpai di hutan tropis lainnya di dunia. Tapi kerapatan keragaman spasial ini serta kualitas dari kayunya, membuat tumbuhan Dipterocarp sangat digemari dan terus dieksploitasi secara besar?besaran oleh penebang. Filipina hampir kehilangan seluruh hutan Dipterocarp?nya akibat penebangan. Kalimantan dan Gunung Palung khususnya mungkin saja akan mengalami nasib yang sarna, jika kita tidak berbuat sesuatu untuk melindunginya sesegera mungkin. Beberapa spesies tanaman kayu dan non kayu mengernbangkan strategi khas bagi dirinya untulk beradaptasi pada lingkungan serta berkompetisi dalam mendapatkan cahaya matahari dan sumber makanan.

Beringin Pencekik

Beringin pencekik (famili moraseae, genusnya ficcus) adalah tipe tanaman perambat yang punya spesialisasi membunuh induk semangnya. Kehidupan tanaman ini dimulai dari ditinggalkannya benih oleh burung atau monyet pada sebuah batang pohon. Dalam perkembangannya, akar beringin pencekik akan masuk mencari tanah dan lambat laun memutus aliran yang masuk ke pohon induk serta memotong suplai makanan ke pohon. Akhirnya tanaman ini akan mengambil alih rnahkota pohon dan berakibat membunuh induk semang.

Epifit

Matahari merupakan salah satu sumber terpenting bagi kehidupan. Dalam dunia tumbuhan, kompetisi dalam mendapatkan cahaya matahari juga terjadi. Turnbuhan Epifit telah berevolusi secara unik untuk mendapatkan cahaya matahari. Dalam perkembangannya epifit menempati sudut atau celah kecil pada sebuah pohon, terkadang pada batang yang tertinggi di mana mereka meletakkan akarnya. Mereka memiliki strategi yang beragam untuk mendapatkan air dan makanan Beberapa contoh tanaman epifit adalah anggrek, paku?pakuan dan bromeliat.

Kantong Semar

Kantong Semar merupakan turnbuhan pernakan serangga. Tumbuhan ini mampu menarik minat serangga dengan cairan manis yang dikeluarkannya. Serangga akan mendarat pada bagian licin di kantong semar yang berbentuk seperti daun dan jatuh ke air yang ada di bagian bawahnya. Serangga yang masuk perangkap dikonsumsi akan oleh tanaman. Terdapat lebih dari 28 spesies tanaman yang menakjubkan ini di Kalimantan. Tanaman kantong semar bagaimana pun bukanlah karnivora. Mereka juga mengembangkan cara khusus untulk beradaptasi dengan lingkungannya. Bagian berbentuk daun dari kantong semar mengumpulkan dan menyimpan air hujan untulk digunakan pada masa kesulitan air, dan didiami oleh miniatur jaring makanan yang kompleks. Terdapat banyak mikroorganisme yang hidup di air yang terdapat di dalam tanaman, sering pula ditemui laba?laba dan larva lalat yang dimangsa oleh serangga yang masuk ke dalamnya. Kantong semar dapat ditemukan di hutan gambut dan habitat hutan pegunungan di TNGP.

[BACK] [HOME]