Make your own free website on Tripod.com

[BACK] [FLORA] [EKOSISTEM] [HOME]

 

FAUNA

Dalarn satu hektar habitat hutan tropis bisa dijumpai lebih dari 41.000 spesies serangga. Di tambah marnalia, burung, reptil, ampibia dan ikan, jumlah ini akan semakin bertambah. Beberapa peneliti memperkirakan lebih dari 30.000 spesies berbeda di seluruh dunia. Dari manakah keragaman ini berasal? Para peneliti sedang mencari teori yang dapat menjelaskan beragamnya keanekaragaman hayati dari hutan nujan tropis, seperti yang kita ternui di Kalimantan. Dalam tingkatan dasar, keragarnan merupakan hasil variasi dari tempat, atau susunan berbeda dari sumber daya, yang memungkinkan organisme untuk berkembang. Setiap hewan memiliki relung/ceruk Untuk hidup dan mencari makan. Contohnya Orangutan yang memiliki ceruk di kanopi pohon di hutan gambut dan Dipterokarp. Disana primata ini makan buah?buahan sepanjang hari. Ceruk dari musang berada di lantai hutan, binatang ini mencari binatang kecil lain di sana untuk dimakan pada malam hari. Di bawah kanopi hutan hujan Kalimantan terdapat beragarn ceruk seperti yang dipaparkan di atas. Ada ceruk yang bersifat vertikal (kanopi tinggi, sedang atau rendah serta lantai hutan), ada yang berbentuk habitat (ekosistem rawa gambut, dataran banjir dan pegunungan), atau habitat yang lebih kecil (genangan air dan bekas tebangan), Juga ada ceruk yang bersifat waktu dan keberagaman tempat kebiasaan ceruk diakibatkan oleh keberagaman pola mencari makan dan jangkauan strategi.

Kenapa Indonesia dan Kalimantan dernikian unik?

Bekantan, Ular terbang, Kadal dan Tupai, burung?burung misterius, kijang mini merupakan sebagian satwa unik dan eksotis yang ada di Kalimantan. Keaclaan ini membuat pulau ini sangatcliminati seluruh dunia. Indonesia sering diibaratkan berkompetisi dengan Brazil untuk dianugerahi penghargaan Pusat Keanekaragarnan Hayati di dunia. Walaupun luas Indonesia hanya 1.3% dan permukaan burni, namun di dalamnya terdapat 10% dari seluruh tumbuhan yang diketahui, seperdelapan can seluruh jumlah marnalia clan soperenam dari seluruh burung dan hewan amfibi. Dua pusat utama keanekaragaman hayati di Indonesia adalah Kalimantan dan Papua. Kalimantan sangat kaya akan satwa burung dan rnamalia. Walaupun hanya menutupi kurang cari 0.2% perrnukaan humi, satu dari dua puluh burung clan mamakayang telah diketahui dapatdijumpai di Kalimantan. Fakta?fakta ini membuatKalirnantan sebagai salah satu kawasan penting di dunia dalam perlindungan keanekaragaman hayati.

Bagaimana dengan Gunung palung?

Karena luasnya variasi ekosistem, TNGP juga merupakan tempat dari kesatuan utuh fauna Kalimantan yang hampir lengkap. Satu pengeculiannya adalah badak Kalimantan, yang dikabarkan juga pernah hidup di TNGIP. Namun satwa inj terakhir kali terlilhat pada tahun 1930?an, Selain dari badak, Gunung Palung masilin merupakan rumah bagi hewan asli di habitat yang ada. Inventarisasi menyeluruh mengenai keanekaragaman hayati di dalamnya belumlah tuntas, terutama pacia hewan tak bertulang belakang (invertebrata) clan hewan air. Namun, dapatiah kita mernprediksikannya berdasarkan informasi umum keanekaragaman hayati di Kalimantan.

Bagaimana rnamalia hidup di TNGP?

Di TNGP terdata ada 131 jenis marnalia, dan bisa dipastikan ada banyak lagi yang belum tericentifikasi. Kebanyakan cari mamalia tersebut adalah tikus, kelelawar, dan rubah. Kelelawar merupakan hewan yang nocturmal, yaitu aktif can hanya dijumpai di malam hari. Kalong menyerupai kelelawar tetapi berukuran lebih besar, dengan panjang sayap mencapai 1.5 meter. Ada 8 spesies kelelawar yang terdata di TNGP Tikus hutan juga merupakan hewan nocturnal, tidak seperti tkus rumah, tikus hutan ini umumnya mempunyai bulu yang berwarna?warni, dan cantik.

Kalong/Large Flying Fox (Pteropus vampyrus)

Pada senja hari. hewan ini muIai aktif can keluar mencari buah?buahan sebagai makanannya. Hewan ini sangal penting dalarn kehicupan hutan huian tropis?karena mereka berperan calarn penyerbukan can penyebaran bip buah?buahan yang dimakannya, termasuk curian. Kelelawar besar ini sangat mengesankan, banyak orang takut terhadap mereka, padahal hewan ini tidak berbahaya. Mereka menggunakan penciuman dalam mencari buah?buahan. Kalong ini hidupnya berkoloni, biasa di ternui di hutan mangrove dan nipah.

Orangutan (Pongo pygmaeus)

Satwa yang beratnya bisa mencapai 90 kg ini mempunyai lengan tangan yang panjang dan kokoh. Mereka hidup di atas polhon dengan sumber makanan dari pohon juga, yatu buah, daun, kulit kayu, dan serangga. Sarangnya terbuat dari ranting dan dahan polhon. Dari hasil penelitian, Orangutan betina dapat melahirkan keturunannya setialp 7 tahun, clan anak Orangutan tersebut selalu berada di dekat indukrya hampir sepanjang waktu. Orangutanjantan mempunyai pipi yang besar can selalu berteriak panjang Untuk memberitahulkan wilayah kekuasaannya, tinggi pejantan ini dapat mencapai 1.4 meter (dengan panjang lengan lebih dari 2.4 meter). Hewan mi hanya ditemukan di Sumatera dan Kalimantan, yang terus menyusut jurnlah populasinya akibat semakin hilangnya kawasan hutan di Indonesia. Diperkirakan TNGP dan areal sekitarnya merupakan satu-satunya habitat satwa arboreal ini yang memiliki dokumentasi paling lengkap. Habitat hidup mereka meliputi Hutan Rawa Gambut, Hutan Dataran Rendah dan Hutan Pegunungan Dipterocarpaceae . Di TNGP telah dilakukan penelitian tentang perilaku, makan, dan reproduksi dari Orangutan ini dalam waktu yang relatif panjang. Hasil penelitian yang telah diperoleh akan sangat berguna dalam kegiatan konservasi dan rehabilitasi Orangutan. Pada saat ini diperkirakan hanya tinggal 2000 - 3000 Orangutan yang ada di dalam dan di sekitar TINGP. Ancaman yang paling serius bagi Orangutan ini adalah semakin berkurang polnon penghasil huah yang merupakan makanan bagi mereka yang semakin dirambah para penebang liar. Jika hal ini dibiarkan tidak lama lagi Orangutan ini akan punah.

Hanya Ditemukan di Borneo !

Jenis hewan endemik Borneo (seluruh Pulau Kalimantan, termasuk di Malaysia) artinya yaitu hewan tersebut habitat hidupnya hanya di Borneo. Jenis ini antara lain Monyet Belanda (Nasalis larvatus) yang mempunyai hidung besar dan mancung (jantan) dan dapat ditemui di sepanjang pinggir sungai pada senja hari. Kemudian ada juga Kukang (Nycticebus caoucang borneanus), Lori (Lorises) yang mempunyai ekor sangat pendek. Hewan Lori ini mempunyai gerakan (memanjat) yang sangat larnban. Kemudian ada juga hewan Tarsius (Tarsius bancanus borneanus) yang merupakan hewan noktumal primata satu-satunya yang bisa ditemukan di TNGP

Bekantan / Proboscis Monkey (Nasalis larvatus)

Bekantan jantan mempunyai hidung mancung dan berwarna merah. Warna merah pada hidung monyet endemik Kalimantan ini, diduga penarik perhatian betinanya. Jenis monyet ini umumnya ditemukan di sepanjang tepi sungai hutan mangrove, tepian sungai, dan hutan rawa gambut. Hidup berkelompok di sekitar sumber makanannya, yang berupa dedaunan dan buah-buahan. Memiliki kemampuan berenang dengan baik, sehingga memungkinkannya menyeberang sungai dalam jarak yang cukup jauh. Di TNGP, Bekantan dapat ditemukan di sepanjang sungai di bagian barat dataran rendah,

CARNIVORA

Hutan hujan tropis di Asia Tenggara merupakan tempat yang mempunyai keragaman jenis predator terestrial yang tertinggi di dunia. Di kawasan TNGP terdapat beberapa jenis berang-berang, jenis kucing, musang, luak dan juga rubah. Dari 9 jenis kucing (Family Felidae) yang ditemukan di Indonesia, 5 jenis dapat dijumpai di TNGP, yang salah satunya adalah Macan Dahan yang merupakan spesies langka. Hewan carnivora ini jarang dapat dilihat langsung, tetapi keberadaan mereka dapat diketahui dari jejak yang ditinggalkannya.

Beruang Madu/Sun Bear (Helarctos malayanus)

Sebarannya sepanjang Burma sampai Thailand, Semenanjung Malaysia, dan Sumatera. Merupakan satu-satunya family Ursidae yang ditemukan di Kalimantan. Mempunyai berat antara 50-60 kg dan tinggi pada saat berdiri sekitar 1,2 meter, dengan warna hitam cemerlang dan sedikit warna muda di muka dan di atas dagu. Memiliki kemampuan memanjat dengan sangat balk. Hidup di tanah maupun di atas pohon, dimana mereka membuat sarang seperti Orangutan. Makanan mereka adalah sarang lebah madu, dedaunan, hewan kecil, buah, dan bagian dalam yang lunak dari pohon palem/nipah kelapa. Hewan ini umumnya tidak berbahaya, mereka mempunyai penciuman yang tajam, tetapi tidak dapat melihat dan mendengar dengan baik. Meskipun dernikian terkadang mereka juga dapat membahayakan manusia karena perilaku yang tidak bisa ditebak. Kelangkaan jenis ini disebabkan karena perburuannya, dan perusakan pada habitat mereka.

Macan Dahan /Clauded Leopard (Neofelis nebulosa)

Hewan ini merupakan jenis kucing semi arboreal, ditemukan di Kalimantan dalam jumlah terbanyak untuk jenis kucing (family Felidae) Panjang tubuh sekitar 1,5 meter dari hidung ke ujung ekor. Hewan cantik ini mempunyai warna dasar kuning keemasan yang diselingi dengan bercak bercak hitam besar di punggungnya, dan berganti menjadi bintik bintik hitam di kakinya, kemudian lingkaran lingkaran gelap di sepanjang ekornya. Warna yang demikian memudahkan hewan ini untuk bersembunyi di bagan terang maupun bagan gelap dalam hutan. Berburu makanan (Monyet, anak Orangutan, Babi hutan, Rusa, Landak, dan lkan) dilakukan baik siang maupun malam. Macan dahan tidur di atas pohon, dan dapat berburu mangsa sama baik di pohon ataupun di permukaan tanah. Jenis ini ditemukan dari Himalaya ke selatan sampai Sumatera dan Kalimantan. Macan tutul ini mempunyai posisi ekologis yang istimewa di TNGP dan Kalimantan karena mereka menduduki posisi puncak dalam rantai makanan.

BURUNG

TNGP mempunyai variasi jenis burung yang tinggi, sedikitnya ada 8 spesies endemik Borneo. Untuk mengamati burung diperlukan kepekaan dalam membedakan suara daripada pengamatan mata. Sedikitnya ada 236 spesies burung yang telah terdata di TNGIP,Jenis yang paling sering didengar suaranya adalah burung enggang/rangkong, dan dari jenis ini yang paling mengesankan adalah Burung Enggang Badak (Buceros rhinoceros). Selain itu terdapat pula, jenis Burung Enggang lain yaitu Burung Enggang Gading (Buceros vigil) yang hampir mirip dengan Burung Enggang Badak, tetapi mempunyai ekor yang jauh lebih panjang seperti ekor layangan. Hasil penelitian terbaru menemukan bahwa ada 14 spesies burung pelatuk (wood pecker) di kawasan TNGP. Burung pelatuk biasanya tinggal dan mencari makan pada pohon yang sudah tua atau mati.

Enggang Gading/Heimeted Hornbill (Buceros Vigil)

Suara jenis burung enggang ini sangat khas, yaitu teriakan panjang dan keras. Jenis burung besar ini mudah dikenali dari suaranya, mempunyai bulu ekor yang panjang sepanjang ukuran tubuhnya, dan merupakan jenis enggang yang langka di Indonesia Hal ini dikarenakan banyaknya orang yang memburu gading yang ada di kepalanya yang dipercayai lebiln berharga dari batu jade dan diekspor ke Cina sebagai bahan ukiran. Seperti sernua jenis enggang, Enggang Gading juga mempunyai pola sarang yang aneh. Sebelum induk enggang bertelur, pejantan dan betinanya menutup sarangnya dengan ranting, kemudian betina menjatuhkan dirinya ke dalam sarang tersebut. Selanjutnya sarang tersebut ditutup kembali oleh pejantannya sampai telur burung menetas dan menjadi anak burung. Suplai makanan diberikan pejantan melalui celah sempit di sarang. Burung enggang hanya makan buah-buahan, dengan kekuatan paruhnya mereka mampu memecah buah yang paling keras sekalipun. Mereka berperan penting dalarn penyebaran biji benih. Ancaman yang paling besar bagi burung enggang ini adalah kegiatan penebangan. Makanan utama mereka adalah buah ficus (beringin pencekik) yang merupakan tumbuhan epifit, yang hidupnya menempel pada pohon besar lain dan umumnya merupakan pohon kornersial, seperti jenis Dipterocarpacea

REPTIL DAN AMFIBI

Dua grup hewan ini juga terdapat di dalam kawasan TNGP, tetapi keberadaan jenisnya belum begitu banyak diketahui karena dua jenis hewan ini tidak begitu favorit untuk diteliti. Jenis ular yang paling terkenal adalah ular piton yang panjang tubuhnya dapat mencapai 10 meter. Raja ular, yaitu King Cobra yang terkenal dengan kebiasaannya yang suka memangsa jenis ular lain, dan merupakan salah satu ular yang paling berbisa di dunia. Selain itu ditemukan juga krait, viper, rat snake, dan ular pohon.

Katak Pohon

Jenis ini bersuara pada malam hari dengan suara yang sangat keras, mereka sulit dilihat hanya dikenali dari suaranya. Dengan ukuran tubuh yang kecil mereka bisa dengan mudah bersembunyi diantara dedaunan, ranting, clan dahan. Katak ini menyembunyikan telur mereka di balik dedaunan mati yang lembab pada kolam kecil atau lobang pohon, Lebih dari 180 spesies katak yang ada di Kalimantan, sekurangnya setengah dari jumlah tersebut hidup di pohon.

INVERTEBRATA

Invertebrata adalah binatang yang tidak mempunyai tulang belakang dan merupakan mayoritas binatang yang ada di daerah tropis. Grup taksonomi untuk kelas Serangga itu sendiri termasuk kumbang, semut, lebah, kupu-kupu dan ngengat, capung, lalat, dll. Invertebrata merupakan jenis yang sangat penting dalam parameter kesehatan hutan. Serangga mempunyai peranan dalam mengurai bahan organik pada rantai hutan. Kupu-kupu, ngengat, dan lebah berperan dalam polinasi bunga. Berikut adalah beberapa grup invertebrata yang dapat ditemui di TNGP.

Termites (Family Isoptera)

Ada beberapa genus dan spesies rayap pada hutan Dipterocarp, yang bersama-sama dalam peranan menguraikan jasad organik Makanan rayap ini antara lain kayu rotan, tanah, dedaunan mati, dan juga epifit. Rayap sepintas terlihat seperti semut, mereka juga hidup secara berkoloni dengan jurnlah jutaan. Koloni rayap hidup dengan rnengelilingi telur koloni tersebut. Koloni rayap ini banyak ditemukan di dalam kawasan TNGP, baik dengan membentuk pilar baik di tanah maupun di atas pohon. Beberapa satwa besar seperti Orangutan dan Beruang Madu gemar memakan sarang rayap ini.

Kupu-Kupu (Family Lepidoptera)

Kupu-kupu cantik yang warna