Make your own free website on Tripod.com

[BACK] [FLORA] [FAUNA] [HOME]

 

EKOSISTEM

HABITAT DI TNGP

Ciri khas Gunung Palung ditunjukan seakan sebuah mozaik dengan setidaknya 10 habitat hutan, lebih banyak dibandingkan taman nasional lain di Kalimantan Barat. Antara lain: hutan pegunungan, hutan dataran sedang, hutan Dipterocarp dataran rendah, air tawar, dan rawa tanah dan bakau pesisir. Cabang Panti, yang merupakan kawasan penelitian seluas 1500 hektar, terletak di hutan hujan tropis utama. Di lokasi inilah para peneliti melakukan penelitian yang berkelanjutan terhadap 7 dari 10 habitat yang ada di Gunung Palung. Seperti pegunungan tropis lainnya, di TNGP bisa ditemui berbagai zona vegetasi. Dalam tiap zona hidup berbagai spesies hewan dan tumbuhan yang berbeda, Dalam setiap perbedaan ketinggian, ada tiga perubahan mendasar yang terjadi; pertama berkurangnya bobot hutan dan biomassa, peningkatan ukuran daun, dan bertarnbahnya jumlah tanaman epifit.

Hutan Pegunungan (montana)

Hutan Pegunungan (Montana) dapat ditemukan pada ketinggian antaia 400 - 800 meter dari permukaan laut dan biasanya dicirikan oleh flora dan fauna serta keberadaan gunung disekitanya seperti Gunung Palung dan Gunung Panti. Flora dan fauna yang ditemukan di sini berbeda dengan tumbuh-turnbuhan di tipe hutan lainnya, karena telah mengadopsi strategi dalam menanggulangi kondisi lingkungan yang keras. Hutan pegunungan memiliki tumbuhan yang relatif pendek dan kerdil (biasanya kurang dari 10 meter) serta ditutupi lumut dan tumbuhan sebangsa lumut lainnya.

Hutan Dipterocarpaceae

Hutan Dipterocarpaceae terletak pada ketinggian 20 hingga 40 meter. Hutan jenis ini dapat dibagi menjadi 2 tipe, hutan dataran sedang dan hutan Dipterocarp campuran dataran rendah. Hutan Dipterocarpaceae tidak ditemukan di planet mana pun juga, kecuali Malaysia, Indonesia, dan Philippina. Namanya diberikan berdasarkan spesies tumbuhan yang ada, Dipterocarpus sp, yang merupakan ciri tipe habitat tersebut. Tumbuhan ini hanya dapat ditemukan di dataran rendah dan hutan-hutan dataran sedang, untuk itu perlindungan terhadap habitat sangat penting. Taman Nasional Gunung Palung mempunyai kurang lebih 10.000 hektar hutan Dipterocarpaceae yang tersisa, dan kian terancam oleh aktivitas penebangan illegal dan kebakaran hutan.

Hutan Rawa

Terdapat dua tipe hutan rawa yang dapat ditemukan di Gunung Palung, yaitu rawa air tawar dan rawa gambut. Perbedaan utama di antara keduanya terletak pada sumber penyedia kebutuhan air bagi keduanya. Rawa air tawar biasanya memperoleh air dari kawasan pesisir, danau dan sungai yang ada didekatnya. Kawasan ini biasanya digenangi air dalam periode waktu yang cukup lama. Sedangkan rawa gambut mendapatkan sumber airnya dari hujan. Ketebalan lapisan gambut biasanya setebal 50 cm, tapi dapat pula mencapai ketebalan 20 meter. Di Taman Nasional Gunung Palung, kurang lebih 15 % kawasannya merupakan rawa gambut. Kedua tipe hutan tersebut merupakan habitat kunci bagi Orangutan dan Bekantan (Proboscis Monkey). Banyak vegetasi asli kedua hutan tersebut ditebangi atau dimodifikasi oleh aktifitas manusia, seperti yang banyak dijumpai di Kalimantan Barat. Variasi hutan rawa TNGP di mulai dari dataran rendah dengan ketinggian tumbuhan 10 meteran, sama halnya dengan struktur hutan campuran dataran rendah. Jika ketinggian air meningkat dalam waktu yang cukup lama, tidak terjadi perkembangan hutan, hanya tumbuhan rawa yang berkembang.

Hutan Mangrove Pesisir

Mangrove (atau Mangal) adalah nama kolektif untuk tiga tumbuhan yang hidup di pantai berlumpur yang berada dalam zone pasang surut atau dari titik tertinggi hingga ke titik terendah pergerakan air. Mangrove bisa dijumpal pada delta-delta, sungai besar, laguna dan sepanjang pesisir pantai. Sesungguhnya, hampir seluruh garis pantai pulau Kalimantan memiliki hutan mangrove, namun sekarang keadaan habitat hutan mangrove di Kalimantan Barat merupakan salah satu yang paling ter ganggu. Diperkirakan area yang ada dari 350.000 hektar, hanya tersisa 40.000 hektar dalam beberapa dekade terakhir. Lebih kurang 15% kawasan TNGP merupakan habitat mangrove, keberadaannya semakin terancam akibat dari pembalakan untuk pernbuatan tambak atau pemukiman. Hutan mangrove keperluan lain, seperti: kayu bakar, bahan mentah pembuatan tekstil (seperti rayon), bahan bangunan dan beberapa produk lainnya.

[BACK] [FLORA] [FAUNA] [HOME]